Sholat Dhuha 8 Rakaat Berapa Kali Salam

Ilustrasi Sholat Hajat (Sumber: Pixabay)

Liputan6.com, Jakarta –
Sholat dikategorikan sebagai ibadah fisik yang paling utama (afdlalu ‘ibadatail badan). Hal ini didasarkan pada sabda Rasulullah SAW yang menyatakan bahwa sebaik-baiknya amalan adalah sholat.

Sholat sunnah merupakan amalan yang dilakukan oleh umat muslim. Sholat sunnah awwabin merupakan ibadah sunnah yang tidak jauh beda dengan sholat sunnah lainnya.

Dirangkum dari NU, Sholat awwabin memiliki dua pengertian, bisa diartikan sebagai sholat dhuha, dan bisa juga diartikan sholat sunnah di antara maghrib dan isya.

Mengapa demikian?

Karenanya sholat Awwabin dikonotasikan di antara keduanya sebagaimana dikemukakan oleh Madzhab Syafi’i. Hanya Madzhab Syafi’i yang menamakan sholat di antara maghrib dan isya dengan sholat awwabin.

“Dinamai sholat awwabin sebab orang yang menjalankannya itu kembali kepada Allah dan bertobat dari kesalahan yang ia lakukan pada siang hari. Karenanya, ketika ia melakukannya berulang-ulang, maka hal itu merupakan penanda kembalinya ia (bertobat) kepada Allah Ta’ala meskipun itu tidak disadarinya,” (Lihat Sulaiman Al-Jamal, Hasyiyatul Jamal, Beirut, Daru Fikr, juz, 609).

Sholat awwabin juga disebut “sholat ghaflah” (sholat lalai). Disebut demikian karena pada umumnya orang cenderung lalai pada saat antara maghrib dan isya karena disibukkan dengan aktivitas lain seperti makan malam, tidur dan lain sebagainya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Belajar Mengenalkan Sholat Kepada Sang Buah Hati Lewat Animasi Ini

Masih kuat puasanya? Ini jadwal shlat, imsakiyah dan buka puasa hari ke-20, 5 Juni 2018. (Ilustrasi: Wikipedia)

Pinta sesuatu agar dapat diwujudkan harapannya dengan memperbanyak sujud.

2. Diangkat derajatnya

Allah SWT akan mengangkat satu derajat untukmu dan menghapus satu kesalahan darimu tiap sujud.

iii. Tidak bersedih

Allah berfirman, Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa. (QS. Yunus: 62-63).

4. Mendapat amalan yang baik

Beristiqamahlah kalian dan sekali-kali kalian tidak dapat istiqomah dengan sempurna. Ketahuilah, sesungguhnya amalan kalian yang paling utama adalah sholat. Tidak ada yang menjaga wudhu melainkan ia adalah seorang mukmin. (60 minutes. Ibnu Majah no. 277 dan Ahmad five: 276)

Penulis:

Alicia Salsabila

Warga Bantul Yogyakarta memiliki tradisi khas yang sudah ratusan tahun rutin digelar saat menyambut datangnya bulan suci ramadhan. Mereka adakan tradisi tersebut usai jalani ibadah sholat tarawih.

Pertanyaan:

Apakah ada dalil, baik dalam Alquran maupun dalam hadis untuk
shalat awwabin?

Wassalam

Dari: Mardona


Jawaban:

Shalat awwabin
adalah istilah untuk shalat dhuha yang dikerjakan di saat matahari sudah panas (di akhir waktu dhuha) atau shalat dhuha secara umum. Namun ada anggapan dari sebagian orang yang menamakan shalat sunah yang dilaksanakan antara maghrib dan isya’ dengan istilah shalat awwabin. Benarkah penggunaan istilah ini?

Terdapat beberapa hadis yang menganjurkan shalat sunah antara magrib dan isya, diantaranya hadis yang diriwayatkan An-Nasa’i, dari Hudzaifah radhiallahu ‘anhu, beliau mengatakan, “Saya mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan saya shalat magrib bersama beliau. Kemudian beliau shalat (sunah) sampai isya. Al-Mundziri dalam At-Targhib wa Tarhib menyatakan, sanad hadis ini jayid.

Setelah membawakan berbagai dalil tentang anjuran shalat sunah antara magrib dan isya, Every bit-Syaukani mengatakan:

“Ayat dan hadis yang disebutkan menunjukkan disyaratkannya memperbanyak shalat antara magrib dan isya. Al-iraqi mengatakan, ‘Di antara sahabat yang shalat antara magrib dan isya adalah Ibnu Mas’ud, Ibnu Umar, Salman Al-Farisi, dan Ibnu Malik dari kalangan Anshar. Kemudian di kalangan tabi’in, ada Al-Aswad bin Yazid, Utsman An-Nahdi, Ibnu Abi Mulaikah, Said bin Jubair, Ibnul Munkadir, Abu Hatim, Abdullah bin Sikkhir, Ali bin Husain, Abu Abdi Rahman Al-Uhaili, Qodhi Syuraih, dan Abdullah bin Mughaffal. Sementara ulama yang juga merutinkannya adalah Sufyan At-Tsauri. (Nailul Authar, 3/threescore)

Sementara ulama dari empat mazhab menegaskan dianjurkannya melaksanakan shalat antara magrib dan isya, berdasarkan hadis dan praktik para sahabat. Bahkan ulama Mazhab Hambali menyebutnya sebagai qiyamul lail. Karena waktu malam itu antara magrib sampai subuh. Dari sinilah, sebagian ulama menyebut shalat antara magrib dan isya sebagai shalat al-awabin.

Dalam Mughni Al-Muhtaj dinyatakan:
Di antara shalat sunah adalah shalat awwabin. Dinamakan juga dengan shalat al-ghaflah (waktu lalai), karena umumnya orang lalai dari shalat ini disebabkan makan malam, tidur, atau semacamnya. Jumlahnya 20 rakaat, antara magrib dan isya. Al-Mawardi mengatakan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melakukannya dan beliau menyatakan, ‘Ini adalah shalat awwabin’. Disimpulkan dari hadis ini dan hadis dari Hakim, bahwa istilah shalat awabin bisa digunakan untuk menyebut shalat antara maghrib dan isya dan shalat dhuha”. (Mughni Al-Muhtaj, 3:151)

Hanya saja, hadis yang berisi pernyataan bahwa shalat sunah antara maghrib dan isya sebagai shalat awwabin, termasuk hadis yang dhaif, sehingga tidak bisa dijadikan dalil. Hadis tersebut didhaifkan Al-Albani, karena hadis tersebut termasuk hadis mursal.

Hadis yang shahih mengenai shalat Awwabin adalah hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَا يُحَافِظُ عَلَى صَلَاةِ الضُّحَى إِلَّا أَوَّابٌ وَهِيَ صَلَاةُ الْأَوَّابِينَ

“Tidak ada yang bisa menjaga shalat dhuha kecuali orang awwab (sering bertaubat). Dan shalat dhuha adalah shalat awwabin.” (Hour. Ibnu Khuzaimah 1224, Thabrani dalam al-Ausath dan dishahihkan al-Albani dalam As-Shahihah, no. 703).

Disebut shalat Awwabin, dari kata ‘Awwab’ yang artinya orang yang kembali kepada Allah. Itulah manusia yang mudah bertaubat.

Syaikh Al-Albani mengatakan, “Dalam hadis ini terdapat bantahan bagi orang yang menamakan shalat enam rakaat setelah maghrib dengan “Shalat Awwabin”, karena penamaan ini tidak ada asalnya.” (Shahih Targhib wa Tarhib, 1/423).

Allah a’lam

Disadur: Fatawa Syabakah islamiyah, no. 27572

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasi Syariah)


Artikel www.KonsultasiSyariah.com

🔍 Jam Tidur Siang Yang Baik Menurut Islam, Hukuman Orang Munafik, Cara Menghitung Zakat Perniagaan, Kalau Istri Minta Cerai, Doa Untuk Orang Tua Yang Meninggal

Shalat dhuha merupakan shalatnya orang awwabin yang berarti

KLIK GAMBAR UNTUK MEMBELI FLASHDISK VIDEO CARA SHOLAT, ATAU HUBUNGI: +62813 26 3333 28


Perhatikan lafadz-lafadz berikut! أطيعوا الله (i) الرسول (ii) الامر (iii) واليوم (4) Lafadz di atas yang merupakan contoh bacaan “alif lam syamsiyah” dit …

unjukkan oleh nomor…. O O A. (1) B. (two) c. C. (3) O D. (4) ​


Asmaul Husna selain harus dibaca juga harus​


contoh bacaan Al qamariyah dan Al syamsyah di an Nisa ayat 59 dan an nahl ayat 64 (bahasa Arab)​


nama nama hari kiamat​


Kenapa sekolah rasanya males banget? Tolong bantu jawab ygy…


Bolehkah berdoa kepada Allah SWT dengan menggunakan Asmaul Husna jelaskan​


contoh bacaan ghunnah musyaddadah alif dan ro​


contoh huruf ghunnah musyaddadah alif dan raa​


apa yang dimaksud dengan makmum lahiq?​mohon dijawab tmn tmn aku carik dmn mn gk ada bsk mau dkmpl


Allah SWT menurunkan al Qur’an sebagai…. kitab sebelumnya​

Video yang berhubungan

Source: https://apacode.com/shalat-dhuha-merupakan-shalatnya-orang-awwabin-yang-berarti

Posted by: biggayread.com