Cara Agar Luka Di Wajah Cepat Kering Dan Mengelupas

Penggunaan pembalut luka (dressing) yang tidak tepat justru seringkali menimbulkan luka baru saat pelepasan atau penggantian  dressing.
Ilustrasi luka. (saulhm/Pixabay)

Jakarta, CNN Indonesia
— Luka amat dekat dengan keseharian makhluk, baik anak-momongan, orang dewasa, maupun yang telah tua. Perlindungan luka tentu bukan situasi baru bikin awam publik apalagi pekerja medis.

Sayangnya, di Indonesia masih terserah salah kaprah perawatan luka. Pelecok satunya adalah membiarkan luka dalam kondisi cengkar. Itu biasanya terjadi karena penggunaan pembalut luka (dressing) nan tidak tepat sehingga apalagi seringkali menimbulkan luka mentah ketika pelepasan alias penggantian
dressing.

“Sejak dulu banyak yang mengira bahwa jejas harus dibuat kering. Sementara itu luka itu harus lembab. Tidak bisa basah cuma lain dapat juga sangar,” alas kata Adisaputra Ramadhinara, dokter spesialis luka nan telah tersertifikasi America Board of Wound Management, di kewedanan Kebayoran Yunior, Jakarta Daksina, Senin (2/3).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Adi menjelaskan, proses penyembuhan luka terjadi dalam tiga tahap. Permulaan yaitu fase inflamasi. Fase tersebut terjadi pada saat luka kotor atau terinfeksi sehingga awak berusaha membeningkan fragmen alat peraba yang terluka dari jaringan hening dan bakteri-patogen.

Selanjutnya, tahap proliferasi. Saat terluka, kulit mengalami kerusakan jaringan sehingga awak berusaha memuati atau mengembalikan jaringan tersebut.

“Kodrati ada bagian raga yang tembelang alias bertembuk sehingga jasmani berusaha mengisinya. Yang bertanggung jawab mengisi itu adalah penjara namanya
fibroblast. Sel tersebut berproliferasi atau membelah diri sehingga jaringan-jaringan baru terbentuk,” prolog Adi.

Ia melanjutkan, pasca- jaringan baru yang disebut granulasi tumbuh, terjadi epitelisasi ialah fase menudungi rongga yang terbabang. Setelah luka sembuh, ada fase
remodelling
yakni jaringan nan hijau terus menerus memperbaharui diri sehingga semakin menyerupai jaringan selerang yang sehat alias tidak dijangkiti luka.

“Di fase kedua saat fibroblast membelah diri, kelembaban bermain tinggal berjasa. Kelembaban membuat fibroblast bekerja bertambah baik sehingga pembentukan jaringan terjadi lebih cepat,” tutur dokter mantan Fakultas Kedokteran Perserikatan Indonesia tersebut.

Maka dari itu karena itu, utama kerjakan menjaga kelembaban luka agar proses penyembuhan terjadi lebih cepat. Pemeliharaan jejas dengan menjaga kelembaban bisa dilakukan dengan menggunakan
dressing
yang tepat dan lebih modern. Maka itu, metode ini sering disebut sebagai modern
dressing.

Meski harganya lebih mahal, dressing modern juga butuh musim yang nisbi kian lama lakukan diganti. Dengan demikian, menurut Adi, biaya perawatan total apalagi lebih efisien.

Selain itu, kelebihan lainnya Adi mengatakan, “Takdirnya pakai
dressing
yang tradisional sebagai halnya bendaharawan, rasa nyeri itu bisa terasa betul-betul. Sedangkan, perawatan maju
dressing
tidak membusut nyeri.”

“Intinya, jangan gayutan sepelekan luka jikalau tidak diatasi dengan sopan ada resiko diamputasi. Ingat bahwa luka harus lembab,” tandas mantri tersebut mantap.

(utw/utw)




Source: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20150302160346-255-36117/ternyata-luka-pada-kulit-tidak-boleh-dibiarkan-kering

Posted by: biggayread.com