Cara Agar Cepat Menghafal Al Quran





Cara Menghafal Al Quran dengan Cepat dan Tidak Mudah Lupa

Al Alquran adalah satu-satunya kitab Allah yang bisa dihafalkan secara keseluruhan.

Hal ini dibuktikan dengan banyaknya
huffadz
sejak zaman Rasulullah
shallallaahu ‘alaihi wasallam
setakat saat ini.

Sementara itu kitab-kitab yang enggak seperti Injil, Taurat, dan Zabur belum perantaraan terdengar satupun berita perihal kitab tersebut yang dihafal secara sempurna sampai masa ini.

Bahkan kitab-kitab Injil yang beredar waktu ini nan mana para pastor mengklaim bahwa kitab tersebut datang semenjak sisi Allah sudah banyak nan diubah dan tidak otentik sekali lagi.

Berbeda halnya dengan Al-Quran yang diriwayatkan secara
mutawatir
oleh para
huffadz
dan sudah lalu dituliskan dalam mushaf Utsmani puas zaman kekhalifahan Utsman.

Peristiwa itu menjadikan Al-Quran terus terpelajar sampai tahun yaumul dan tidak akan ada nan dapat memalsukannya.

Meskipun demikian, masih banyak diantara insan yang mempersoalkan bagaimana akal pintas menghafalkan Al-Alquran. Hal ini tak lain yaitu dikarenakan besarnya keinginan menjadi sendiri penghafal Al-Quran.

Maka pecah itu disini akan kami jelaskan adv minim tips ataupun gerendel dan cara menghafaz Al-Quran.


1. Senantiasa Memperbaiki Kehendak


Hal permulaan dan terpenting yang teradat diperhatikan maka itu seorang penghafal Al-Alquran yaitu senantiasa memperbaiki niatnya.



Sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah
shallallaahu ‘alaihi wasallam
bahwa seorang yang menyumbang dengan kehendak karena lain ikhlash dan tak mengharapkan wajah kepada Yang mahakuasa maka tidak akan diterima dan tak diberikan pahala oleh Allah.

Umpama penghafal Alquran, moga kita meluruskan niat dan senantiasa memperbaiki niat saat syetan menyimpangkan niat kita.

Jangan sampai kita terus menerus terpukau dalam niat cak hendak mendapat pujian, berbahagia tingkatan, dan segala sesuatu yang berhubungan dengan keduniaan.

Ketika syetan menyimpangkan hati kita seyogiannya kita beristighfar dan mengembalikan niat hanya
lillahi ta’ala.





Rasulullah
shallallaahu ‘alaihi wasallam
bersabda :

إِنَّ اللَّهَ لَا يَقْبَلُ مِنَ الْعَمَلِ إِلَّا مَا كَانَ لَهُ خَالِصًا، وَابْتُغِيَ بِهِ وَجْهُهُ


Sesungguhnya Allah tidak menerima amalan kecuali dia melaksanakannya dengan ikhlash dan mengharapkan wajah-Nya.”


(HR. Nasa’i : 3140)


2. Memperlancar Pustaka Al-Quran

Sebetulnya tanpa memperlancar bacaanpun kita sudah boleh dengan cepat hafal Al-Quran.

Camar sekali kita mendengar anak katai di bawah semangat sepuluh tahun telah hafal Al-Quran walaupun mereka belum bisa membaca abjad-abc pada mushaf Al-Quran.

Metode yang mereka pakai adalah dengan mendengarkan Al Quran itu sendiri. Mereka mendengarkan Al-Quran serempak menerobos lisan kedua hamba allah tuanya, kaset murottal, guru atau sejenisnya.

Namun, yang perlu kita ketahui yakni bahwa fenomena tersebut bertabiat kasuistik. Umumnya, cara agar bisa menghafalkan Al Quran dengan cepat adalah dengan memperlancar pustaka Al-Quran bahkan dahulu.

Mandu ini adalah prinsip yang cocok secara luas baik dari galengan anak asuh-anak, akil balig, maupun dewasa bahkan tua.

Maka persiapan mulanya nan purwa kita lakukan sebaiknya dengan mudah kita bisa menghafalkan Al-Quran dengan cepat yaitu mempelajari teks Al-Quran sampai baik dan laju. Karena tanpa bacaan yang baik dan lancar pasti kita akan terhambat ketika proses mengingat Al-Alquran.


3. Berguru Pada Orang yang Tepat

Apabila kita mencitacitakan suatu kemenangan maka karuan kita akan belajar bersumber seorang yang telah berbuah.

Akan dahulu lucu apabila manusia nan enggak memiliki suatu kepiawaian terhadap suatu permukaan kemudian ia melatih sreg bidang tersebut. Bahkan resiko kegagalannya akan sangat besar dibandingkan keberhasilannya.

Itulah mengapa internal mengingat Al-Quranpun kita juga perlu berguru pada orang nan tepat agar bisa lamar bimbingan dan pimpinan semenjak mereka.

Apabila kita mengawasi para
salafus shalih
maka kita akan merodong mereka selalu berguru kepada manusia-orang yang ahli Quran.

Contohnya adalah para sahabat. Mereka sparing Al-Quran langsung dari lisan Rasulullah
shallallaahu ‘alaihi wasallam. Kemudian dilanjutkan oleh para tabi’in yang belajar kepada para sahabat
radhiyallaahu ‘anhum.

Lalu cara berguru tersebut dilanjutkan oleh para tabi’ut tabi’iin dan para jamhur’ setelahnya. Inilah contoh berguru yang dilakukan oleh para
salafus shalih
yang sepatutnya kita acuan mereka dalam memilih master.


Maka dalam memilih suhu agar kita mecari suhu yang hafal dan ahli Al-Quran, sholih, bertakwa, senantiasa menjaga hafalannya, memahami isi Al-Quran, dan mengamalkan isinya.


4. Konsisten

Memahfuzkan Al-Quran adalah suatu perkara nan bisa dikatakan tidak mudah untuk dijalani. Seorang yang baru mengingat Al-Quran disitu akan menerima berbagai macam variasi cobaan.

Kadang-kadang merasa malas karena sukar menghafal. Sama sekali kudung asa karena hafalannya sering hilang. Sekali-kali merasa lelah karena terlalu banyak yang dihafal, dan lain sebagainya.

Pasti hal itu merupakan salah satu pengempang sendiri yang ingin cepat menyelesaikan hafalan Al-Qurannya.

Ada beberapa hal yang sering dijumpai para penghafal Al-Alquran yang tertangguh konsistensinya sejauh proses menghafal :


Pertama : Mahfuz yang sudah lalu lama tidak dimurojaah pupus karena terlalu titik api dengan menambah hafalan.

Biasanya, saat seseorang mengalami hal ini maka beliau akan berhenti menambah hafalan dan titik api memurojaah semua hafalan lamanya yang sudah hilang.


Cara ini adalah mandu yang salah!!
Mengapa demikian..?

Karena ketika kita berhenti menambah mahfuz dan titik api terhadap murojaah yang lama, maka biasanya kita akan dibuat terbang arwah oleh setan.

Tatkala kita menyelesaikan murojaah hafalan yang lama maka syetan membuat seolah-olah hafalan kita nan lama lulus sekali lagi sehingga kita akan terus mengulang murojaah dari tadinya lagi dan tidak melanjutkan mahfuz baru.

Kita akan nangkring di kuantitas mahfuz nan
segitu-segitu aja
dan terus terhipnosis dengan murojaah. Inilah pelecok satu usaha setan agar menghentikan kita menjadi penghafal Al-Alquran secara transendental.


Lalu bagaimanakah solusinya?

Solusi terbaik dari situasi ini yakni hendaknya kita
takhlik jadwal dan objek.
Tanpa jadwal dan target maka kita akan terlena dengan mahfuz lama yang terus memasap, sehingga kita tidak melanjutkan hafalan baru kita.

Setelah menciptakan menjadikan jadwal dan bahan maka
sebaiknya kita konsisten
dengan jadwal dan target tersebut.

Apabila dirasa hafalan lama kita hilang sedangkan saat itu yakni jadwal kita buat menambah hafalan, maka
ikutilah jadwal!!
Jangan ikuti was-was syetan nan mengisikkan bahwa mahfuz kita telah hilang.

Adapun jadwal yang dibuat yaitu jadwal pron bila kita memurojaah hafalan, dan pron bila kita menambah hafalan. Sedangkan target yang kita buat yakni berapa jumlah mahfuz nan dimurojaah dan berapa jumlah mahfuz yang akan ditambah.






Buatlah jadwal dan target menghafaz! Jangan terlupa dengan murojaah yang menghambat kita untuk menambah hafalan yunior!


Kedua : Putus nyana karena hafalan sering menghilang.

Galibnya setelah kita sudah mengalami kasus yang pertama diatas maka kita akan berputus duga dan bukan melanjutkan mahfuz. Inilah tipu daya setan nan membuat kita berputus asa bermula anugerah Yang mahakuasa.

Tentang solusi terbaik dari keputusasaan ini yaitu meminta pertolongan kepada Allah dan lamar konservasi mulai sejak tipu daya syetan.

Selepas itu dilanjutkan dengan meminta nasehat, senawat, dan pimpinan para ustadz agar mengembalikan kesemangatan kita dalam memahfuzkan Al-Alquran.

Itulah mengapa pentingnya punya guru yang senantiasa membimbing dan memotivasi kita hendaknya lebih nyawa dan konsisten. Karena
konsistensi bisa didapatkan tatkala ada nan terus menyerahkan dorongan dan semangat.






Terbang semangat? Mintalah bantuan pada Allah dan mintalah petunjuk serta cemeti dari ustadz


Ketiga : Capek karena bersisa banyak yang dihafal

Incaran yang berlebihan dan diluar kemampuan kita hanya akan membuahkan lelah dan hilangnya konsistensi.

Termasuk bagian dari kancing mengingat Al-Quran yaitu hendaknya kita memilih target yang tepat dan sesuai dengan kemampuan. Selain itu kita juga harus juru untuk takhlik target nan elastis. Saja jangan terlalu fleksibel sehingga menciptakan menjadikan kita menjadi kelesa.

Begitu juga nan kita ketahui bahwa ayat-ayat dalam Al-Alquran ada nan mudah dihafal dan ada pula yang musykil dihafal. Maka disini kita dituntut bagi cerdas dalam menargetkan hafalan kita sesuai ayat-ayat yang dihadapi saat itu.

Apabila yang dihadapi yakni ayat yang begitu rumpil maka kurangilah targetnya. Sahaja, apabila ayat yang dihadapi ialah yang mudah dihafalkan maka tambahlah targetnya.

Buatlah target-target tersebut sesuai kemamupan kita dan konsistenlah terhadap bahan tersebut.

Kesimpulannya adalah bahwa konsisten ialah bagian terpenting agar kita dapat lebih cepat dalam menghafalkan Al-Quran. Apabila kita tidak konsisten maka hafalan kita akan tertahan sehingga menjadikan proses menghafal kita semakin lama.






Buatlah korban sesuai dengan kemampuan! Jangan makin ataupun rendah!


5. Memanfaatkan Seluruh Cingur

Apabila kita melihat urut-urutan basyar sejak start lahir sampai dewasa, maka kepiawaian nan ia miliki saat dewasa adalah karena indra nan ia miliki menghafalkan keahlian itu.

Sebagaimana orang nan membiasakan bola kaki, apabila kakinya sukar menyentuh dan memainkan bola maka ia tak akan perantaraan menjadi ahli kerumahtanggaan permainan bola.

Itulah mengapa dengan seringnya ia menendang bola, mengontrol bola dan sebagainya maka penapisan tubuhnya akan menghafal propaganda-gerakan itu selama ia berlatih.

Setelah sensor itu hafal terhadap gerakan tersebut maka sira akan menciptakan gerak reflek. Keadaan ini membuktikan bahwa seluruh tubuh kita mampu menghafalkan apa yang ia alami. Barang apa yang sering dialami maka dari itu tubuh kita maka akan terekam dalam dalang sehingga menjadi perhatian nan awet.


Sejenis itu pula dalam menghafalkan Al-Quran!

Tatkala kita menghafal Quran maka secara kodrati kita akan menggerak-gerakkan lisan kita hingga hafal dan wajib dengan gerakan tersebut.

Demikian lagi pendengaran dan mata kita sekali lagi ikut menghafalkan.

Alat pendengar akan menangkap suara yang kita ucapkan berasal lisan kita sehingga semakin lama kuping akan terbiasa dan hafal.

Adapun mata kita maka ia akan menghafalkan bagaimana rangkaian kalimat, karakteristik huruf, nomor ayat dan tidak sebagainya nan tergambar dalam mushaf.

Ada beberapa hangit yang secara publik bisa kita manfaatkan bikin menghafaz :


Pertama : Memaki Persuasi Verbal


Ketika kita menghafal agar kita fokuskan pikiran kita plong gerakan lisan tatkala membaca ayat yang menengah dihafal. Rasakan rangka gerakannya baik itu detik lisan kita mengucapkan huruf tebal atau tipis, menahan dan melepas lidah, mendengungkan dan memperjelas abjad
nun
dan lain sebagainya. Intinya adalah rasakan dan fokus terhadap gerakan lisan tatkala mendaras ayat yang menengah dihafal.


Kedua : Memperhatikan Karakteristik Rangkaian Huruf dan Kalimat pada Mushaf

Ini adalah cara menghafalkan dengan memanfaatkan indra pengelihatan. Dimana mata yaitu riuk suatu bagian tubuh yang mempunyai kemampuan rekam muslihat ingat jangka panjang.

Detik menghafalkan cobalah bikin memperhatikan dimata letak ayat, bagaimana rang hurufnya, puas halaman sebelah kanan atau kidal, dan enggak sebagainya. Dengan memperhatikan ini maka alat penglihatan kita akan merekam bentuk ayat yang sedang dihafal.

Kebanyakan cara ini dilakukan dengan mengupas dan menyuji bentuk ayat yang dihafal kemudian memicing netra dan membayangkan apa yang telah direkam makanya mata.

Ketika paparan yang terserah di dalam gambaran ingatan belum tampak jelas maka cobala lakukan mengulangi setakat gambaran ayat tampak jelas di internal pikiran tatkala membayangkannya.


Ketiga : Memperhatikan Bunyi plong Ayat yang Dibaca

Termasuk bagian tubuh yang paling cepat mengerawang yaitu bagian alat pendengar. Memang babak ini silam cepat internal merekam, tetapi rata-rata sosok memiliki rahasia ingat paser singkat dalam ki aib ini.

Maka detik kita menghafal hendaknya memperhatikan obstulen ayat dengan berulang-ulang sampai alat pendengar kita sudah mengingatnya dengan jangka yang panjang.

Mengenai upaya lain bagi memanfaatkan indra ini adalah mendengarkan orang enggak mendaras Al-Quran. Hal ini pun wasilah dilakukan makanya Rasulullah
shallallaahu ‘alaihi wasallam.
Dimana beliau meminta sahabatnya untuk membacakan ayat Al-Quran hingga beliaupun menangis.

Alias bisa pula kita suji suara miring kita tatkala membaca Al-Alquran kemudian didengarkannya suara tersebut berulang-ulang. Atau bisa juga kita mendengarkan rekaman murottal Al-Quran nan bagus serta lagunya semupakat dengan hati kita.


Kesimpulannya merupakan dengan kita memanfaatkan seluruh indra yang kita miliki maka insya Allah kita akan diberikan akomodasi maka dari itu Halikuljabbar dalam menghafal. Dengan memanfaatkan itu semua maka kita akan lebih cepat dalam menghafal dan tidak mudah tengung-tenging atas izin Almalik.


6. Melembarkan Mushaf yang Tepat

Sebagaimana nan telah kita bahas puas skor ke-panca bahwa alat penglihatan kita juga turut serta dalam menghafal. Maka agar kita memilih mushaf yang tepat lakukan dijadikan wahana kita intern menghafal. Terserah beberapa kejadian nan teradat diperhatikan dalam memilih mushaf Al-Quran :

  • Sepatutnya memilih mushaf yang berwarna terang dan tidak haram.
  • Gunakan mushaf yang ayatnya tidak terpotong momen silih halaman.
  • Jangan melembarkan mushaf yang mungil bikin memahfuzkan. Pilihlah mushaf yang ukuran minimal panjang nya sangkil-sangkil 18 cm dan lebarnya taksir-duga 13 cm. Akan tetapi juga jangan terlalu besar kerumahtanggaan memilih mushaf.
  • Gunakanlah mushaf 15 baris yang jamak digunakan para santri tahfidz bagi menghafal.
  • Jangan
    gonta-ganti
    mushaf. Apabila ternyata mushafnya busuk maka gantilah dengan mushaf nan sekelas.
  • Akan halnya kriteria mushaf tersebut bisa kita jumpai pada Al-Alquran mushaf madinah.


7. Berkawan dengan Makhluk yang Sholih

Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah
shallallaahu ‘alaihi wasallam
bersabda yang artinya : “Seseorang itu sesuai dengan agama temannya, maka hendaknya keseleo sendiri kalian melihat kelihatannya nan dijadikan misal antagonis” (HR. Abu Dawud no. 4833)

Hadits tersebut menunjukkan bahwa kita diharuskan memilih dalam berbual mesra. Apabila kita bergaul dengan orang yang buruk maka buruklah kita. Sebaliknya apabila kita bergaul dengan orang yang baik maka baiklah kita.

Begitulah kerumahtanggaan menghafalkan Al-Alquran. Seharusnya seorang penghafal Alquran kian selektif privat memintal teman. Pilihlah jodoh yang sholih, bertakwa, dan sama-setimpal memiliki intensi bikin hafal dan mengerti seluruh isi Al-Quran.

Dengan kita berteman dengan orang yang sholih maka akan suka-suka seorang nan senantiasa mengingatkan kita dalam kemustajaban, memberikan motivasi, dan saling berbagi intern kebaikan.

Berteman dengan turunan yang sholih akan membuat kita lebih mudah dan cepat privat menghafalkan Al-Alquran. Karena kita senantiasa termotivasi, caruk diingatkan apabila melakukan kesalahan, dan saling berbagi tips dalam menghafal Al-Alquran.

Bahkan kita diperbolehkan iri dengan kesholihan lawan kita sehingga membuat kita semakin termotivasi bakal berlomba-lomba n domestik kebaikan. Rasulullah
shallallaahu ‘alaihi wasallam
berkata :

لاَ حَسَدَ إِلَّا فِي اثْنَتَيْنِ: رَجُلٌ عَلَّمَهُ اللَّهُ القُرْآنَ، فَهُوَ يَتْلُوهُ آنَاءَ اللَّيْلِ، وَآنَاءَ النَّهَار

. . . الحديث











Tidak dapat iri kecuali kepada dua situasi : Seorang nan



diajarkan



Al-Quran oleh Allah (hafal dan faham Al-Alquran), dan




sira senantiasa membacanya di malam dan siang perian . . . al-hadits”


(HR. Bukhari no. 5026)

Demikianlah
prinsip menghafal Al-Quran dengan cepat dan tidak mudah pangling. Hendaknya invalid kata sandang ini memberikan manfaat kepada kita semua. Amin






Teman bergaul dapat memotivasi kita dalam menghafalkan Al Quran

Source: https://www.nasehatquran.com/2018/07/cara-menghafal-al-quran-dengan-cepat.html

Posted by: biggayread.com